Manado || Kibarnusantara – Perhatian terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda terus menjadi bagian dari upaya Polresta Manado dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya dilakukan Polsek Singkil melalui penyuluhan dan pembinaan kepada para pelajar di SMP Negeri 16 Kecamatan Singkil, Selasa (29/9/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah sejak pukul 07.15 WITA tersebut dipimpin oleh Kapolsek Singkil dan didampingi Kepala SMP Negeri 16 Dolvie Singal, S.Pd., M.Pd., bersama para guru dan wali kelas. Penyuluhan diikuti sekitar 180 siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Singkil memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai potensi kenakalan remaja yang dapat berdampak pada gangguan keamanan, khususnya keterlibatan anak usia sekolah dalam tawuran antarpelajar maupun tawuran antarkampung.
Kapolsek mengingatkan bahwa aksi tawuran bukan hanya dapat mengganggu aktivitas belajar dan ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menyebabkan korban serta menempatkan anak-anak pada persoalan hukum.
Sejumlah faktor yang berpotensi memicu konflik turut menjadi perhatian, di antaranya penggunaan knalpot brong atau racing di jalan raya yang dapat memunculkan kesalahpahaman antarkelompok.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya minuman keras, obat-obatan dan penggunaan lem, terutama apabila dilakukan secara berkelompok di luar lingkungan sekolah. Kapolsek menekankan agar para pelajar tidak mencoba maupun mengikuti ajakan yang dapat merugikan diri sendiri.

Selain itu, Kapolsek secara tegas mengingatkan para siswa untuk tidak memiliki, membawa, maupun menggunakan senjata tajam, panah wayer atau benda berbahaya lainnya. Para pelajar juga diminta untuk tidak mudah dipengaruhi kelompok tertentu yang dapat mengarahkan mereka pada tindakan kekerasan.
Kapolsek Singkil mengatakan, pembinaan di sekolah merupakan langkah pencegahan untuk membangun kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.
“ Kami mengingatkan adik-adik semua agar tidak mudah terprovokasi dan jangan ikut-ikutan dalam tawuran. Hindari miras, obat-obatan maupun membawa senjata tajam. Fokuslah pada pendidikan dan kegiatan positif, karena masa depan kalian masih panjang,” ujar Kapolsek.
Ia juga mengajak pihak sekolah, guru, orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak usia sekolah.
“ Menjaga anak-anak bukan hanya tugas kepolisian. Dibutuhkan peran bersama antara sekolah, keluarga dan lingkungan. Jika ada persoalan, mari diselesaikan dengan komunikasi dan cara yang baik, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa untuk menjaga diri, memilih pergaulan yang positif serta menghindari berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan penyuluhan dan pembinaan berakhir sekitar pukul 07.45 WITA dalam keadaan aman dan tertib. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Manado dalam mencegah keterlibatan anak-anak usia sekolah dalam aksi tawuran serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Riandy Zees

